Sabtu, 13 Januari 2018

Menyimak Tiga Paslon Independen di Pilkada Sumedang 2018

KETIKA jalur non-partai atau populer disebut dengan ‘jalur independen’ tidak lagi menjadi pilihan menarik bagi seseorang untuk maju di gelanggang Pemilihan Kepala Daerah 2018, di Kabupaten Sumedang justru ada tiga bakal pasangan calon dari jalur tersebut.
Jalur independen sempat menjadi trend sejak musim Pilkada 2008. Ketika itu, untuk pertama kalinya pilkada dilakukan secara langsung oleh rakyat, tidak lagi melalui anggota DPRD.
Di Jawa Barat, pasangan dari jalur independen Aceng Fikri-Dicky Chandra tanpa diduga berhasil menang di Pilkada Kabupaten Garut. Sejak saat itu, jalur independen menjadi alternatif bagi mereka yang gagal diusung oleh partai politik.
Puncak fenomenanya terjadi pada musim Pilkada 2013. Banyak pasangan calon di berbagai daerah yang maju dari jalur ini. Di Kabupaten Sumedang sendiri ada tiga paslon independen yaitu (1) Hj. Enny Sumarni-Arrys Sudradjat, (2) H. Oom Supriatna-Erni Juwita,  dan (3) H. Ecek Karyana-dr. Irwanto. Sayangnya, ketiga paslon itu tidak berkutik, dan perolehan suaranya berada di bawah paslon-paslon yang diusung parpol.
Kali ini, pada Pilkada Sumedang 2018, juga ada tiga bakal paslon independen yang telah mendaftar ke KPU. Bahkan sebelumnya sempat ada lima bakal pasangan. Namun dua di antaranya gugur saat seleksi administrasi.
Ketiga bakal paslon independen yang sudah mendaftar ke KPU itu adalah (1) Zaenal Alimin-Asep Kurnia, (2) Setya Widodo-Sonia Sugian, dan (3) Ecek Karyana-Tatang Sudrajat. Mereka akan bersaing dengan tiga bakal paslon usungan Parpol yaitu Irwansyah Putra-Sidik Jafar (Golkar-PDIP-Hanura), Donny Ahmad Munir-Erwan Setiawan (PPP-Demokrat-PKB-PAN), dan Eka Setiawan-Moch Agung (PKS-Gerindra-PBB).
Lalu bagaimana kira-kira peluang tiga paslon dari jalur independen itu? Apakah nasib mereka hanya akan jadi figuran pelengkap saja dalam pesta demokrasi di Sumedang, seperti di edisi Pilkada 2013?

Zaenal Alimin – Asep Kurnia

Sosok Zaenal Alimin (ZA) dikenal sebagai tokoh birokrasi. Sebelum memutuskan untuk maju sebagai bakal calon bupati, ZA terakhir menjabat sebagai Sekretaris Daerah Sumedang, jabatan puncak bagi seorang birokrat di level pemerintah kabupaten.
ZA dikenal sebagai sosok yang santun dan religius. Dalam setiap kesempatan bicara di hadapan jajaran aparatur negara ataupun publik, ZA selalu saja menyelipkan khutbah tausyiah. Maklum, dia lulusan IAIN (sekarang UIN) Sunan Gunung Djati.
Sumber: istimewa

Pada pilkada 2013, ZA sempat mendaftar mengikuti penjaringan bakal calon yang dilakukan oleh salah satu parpol. Sejak saat itu, dia membentuk relawan yang bernama ZA Community.
Sebagai sekda pengaruh ZA memang cukup kuat di kalangan birokrat. Namun jangan lupa, Eka Setiawan, sang bupati petahana juga maju diusung parpol.
ZA berpasangan dengan Asep Kurnia (Akur). Sosok muda ini merupakan mantan anggota KPU sejak 1999. Bahkan dua periode menjadi Ketua KPU Sumedang, sebelum pada tahun 2016 dia mundur dari Ketua KPU dan memutuskan menjadi kontestan pilkada.
Akur dikenal sebagai sosok yang cerdas dan santun. Jaringan yang dibangunnya hampir dua puluh tahun berkecimpung di KPU Sumedang bisa menjadi modal bagi pasangan ini. Namun tentu saja, pengawasan ketat terhadap aparat penyelenggara pemilu bakal semakin ketat, ketika kini seorang alumni KPU yang menjadi kontestan.

Setya Widodo – Sonia Sugian 

Setya Widodo adalah mantan perwira menengah Polri yang bertugas di Polres Sumedang. Jabatan terakhir yang disandangnya sebelum mundur adalah Kabag Operasi Polres Sumedang.
Sumber: istimewa

Jauh-jauh hari,  Widodo telah membentuk tim relawan yang dikenal dengan sebutan ‘Sambalado’, singkatan dari “Saya mah Balad Widodo”.
Layaknya seorang pamen Polri, Widodo tentu punya cukup pengalaman dan pengetahun medan Kabupaten Sumedang. Ini menjadi bekal dia untuk menarik banyak pemilih.
Widodo didampingi oleh Sonia Sugian. Wanita penyandang gelar Sarjana Hukum ini, awalnya adalah kader Partai Demokrat dan sempat digadang-gadang maju oleh partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Namun ketika dinamika di partai itu bergulir kencang dan akhirnya mengerucut pada sosok Erwan Setiawan sebagai figur yang akan diusung partai,  maka Sonia kemudian ancang-ancang memilih maju dari jalur independen. Dia membangun komunikasi politik dan akhirnya resmi menjadi pasangan Widodo.

Ecek Karyana – Tatang Sudrajat 

Pilkada 2018 adalah yang kedua kalinya bagi Ecek Karyana maju sebagai calon bupati. Sebelumnya, di tahun 2013, Ecek yang mantan perawat dan kini terkenal sebagai paraji sunat ini, berpasagan dengan dokter Irwanto. Tapi kali ini, Ecek berpasangan dengan salah seorang tokoh masyarakat Tatang Sudrajat.
Sumber: istimewa

Ecek sempat melakukan blunder ketika menuding profesi wartawan sebagai profesi yang membantu terjadinya korupsi, saat melakukan pidato di halaman KPU Sumedang usai penyerahan berkas dukungan persyaratan calon independen. Sejumlah wartawan melaporkannya ke Polres Sumedang.
Pasangan Ecek adalah Tatang Sudrajat. Tidak banyak data yang berhasil dihimpun tentang sosok Tatang Sudrajat. Dia diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua.

GELAGAT.NET adalah situs rintisan menuju portal berita yang independen, akurat, dan profesional. Sajian gelagat.net dititikberatkan pada kedalaman berita (indepth news) yang ditunjukkan dengan motto: “membaca peristiwa”. Nama ‘gelagat’ diambil dari semangat kami untuk menggali makna dari suatu peristiwa manusia dan kemanusiaan, dan mengabarkannya.

0 comments: